Header Ads

Usai Pilkada, Hilangkan Perbedaan Demi Jalannya Pemerintahan Baru


LUMAJANG, Radar Nasional, Seusai pilkada seharusnya kita bersama kembali pada posisi semula, hilangkan perbedaan yang sebelumnya sempat menjadi jarak pemisah di tubuh Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang.

Menurut akademi Universitas 17 Agustus (Untag) Surabaya, DR Hufron SH MHum, mengatakan kalau masing-masing ASN diharapkan mengurus penyelenggaraan pemerintahan sesuai tupoksinya.

Ini yg kemarin saya sebut sebagai efek samping dari di tarik"nya, ASN dalam pilkada..

"Kalau sejak semula para ASN netral dalam proses pilkada, maka situasi seperti yang dialami Wakil Bupati (Wabup) Lumajang, dr Buntaran Supriyanto MKes, tidak bakal terjadi," kata Hufron saat ditanyai awak media, siang ini.

Dikatakan Hufron, bahwa Kabupaten Lumajang ini, membutuhkan pemimpin yang matang dan dewasa dalam berdemokrasi.

"Dalam kondisi seperti ini di perlukan pejabat yang negarawan, mengutamakan kepentingan umum atau pemerintahan, di atas kepentingan pribadi, kelompok, dan golongan maupun partai politiknya," paparnya lagi.

Hufron berharap, siapapun yang menang pada kontes pilkada kemarin ini, dapat menerima aspirasi masyarakat Lumajang.

Dalam pilkada, kata Hufron, menang-kalah adalah hal biasa, dan jadi harus menyadari hal itu dan bersifat legowo.

"Kita mesti menatap ke depan yang lebih baik buat masyarakat Lumajang yang lebih sejahtera, adil dan makmur," ujarnya.

Kedepan, kata Hufron menunggu janji, visi, misi dan program kerja Bupati terpilih.

"Nantinya masyarakat mempunyai hak utk menuntut dan menagih janji-janji,kita mengawasi jalannya pemerintahan yang baru, dan mendukung program pemerintahan yang pro rakyat, pro pengentasan pendidikan, dan pro pelayanan publik yang prima dan mensejahterakan masyarakat Kabupaten Lumajang," bebernya.

Sebagai penutup, menurut Hufron, perlu direnungkan apa yang disampaikan mantan Presiden AS, John Kennedy, yang dikutip Presiden RI Pertama, " loyality to the party end when the loyality to the state begin", Loyalitas kepada partai berakhir, ketika loyalitas kepada negara di mulai,"ujarnya.(Bkt/red)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.