Header Ads

Saluran Air Bermasalah Di Wilayah Glanggang Perlu Perhatian Serius



PASURUAN, RADAR NASIONAL - Saluran irigasi di sejumlah titik di Kabupaten Pasuruan saat ini di atasnya banyak berdiri bangunan semi dan permanen.
Imbasnya aliran air di saluran irigasi tersebut tak lancar, hingga tak jarang menyebabkan banjir di sekitarnya.

Seperti yang ada di Kelurahan Glanggang, Kecamatan Beji, merupakan salah satu contoh rumah yang dibangun diatas irigasi.

Tak hanya itu, dengan adanya bangunan di atas saluran irigasi, endapan lumpur juga menjadi sukar diambil, sehingga menyebalkan aliran air tak lancar menuju hilir.

Namun sayang, dengan penemuan itu. Seolah-olah sang Kepala Kelurahan Glanggang, Kholiq saat ditemui awak media tutup mata dengan penemuan itu. Bahkan bangunan yang berdiri sudah puluhan tahun itu tidak ada teguran keras dari pihak kelurahan atau pembongkaran.

"Saya sebelum menjabat menjadi Kepala Kelurahan bangunan itu sudah ada, masalah ijin tidaknya saya tidak tahu, " ucapnya.

Perlu diketahui. Dalam Undang-Undang Nomor 11 tahun 1974 tentang Pengairan dan Peraturan Pemerintah(PP) No.25/1991 tentang Sungai yang mengatur perlindungan terhadap bantaran. UU No.11/1974 tentang Pengairan,lalu digantikan dengan UU No.7/2004 tentang sumber Daya Air. PP No.25/1991 tentang sungai digantikan PP No.38/2011 tentang sungai.

     
Diketahui meski sudah ada aturan dari pemerintah, penyerobotan bantaran terus kerap kali  terjadi. Pemerintah setempat di nilai seakan membiarkan tanah negara diserobot oleh oknum masyarakat. Bahkan ada yang sampai menjadi hak milik pribadi.

Tak sedikit warga ditempat lain yang memegang Seritifikat hak Milik(SHM) atas sepetak tanah di bantaran yang dikeluarkan oleh (BPN)Badan Pertanahan Nasional.  (aaw)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.