Header Ads

Carut Marut Masalah Hukum Di Lahan Perkebunan Koperasi Ketajek Makmur



Jember,  radar nasional net - Menyambung pemberitaan pada edisi kemarin.terkait keluhan masarakat petani tajek di desa pakis kec panti kab jember yang merasa resah & terganggu, dengan ada nya masarakar dari luar desa yang tidak terverifikasi masuk perkebunan ketajek,mereka merusak serta menguwasai lahan yang sudah di serah kan kepada para ahli waris oleh bupati jember.

Bupati jember secara simbolis menyerahkan SK pelepasan tanah seluas 477,8 hektar, melalui koperasi Tani ketajek makmur yang merupakan lambang koprasi bentuk verifikasi 668 ahli waris. Warga petani terverifikasi sudah merawat lahan tersebut kurang lebih 4 tahun dan tidak ada kendala apa pun berjalan sesuai dengan aturan koprasi yang ada.

Namun empat bulan terahir ini di duga ada oknum masyarakat yang tidak terverifikasi masuk merusak dan menguwasai lahan. Hal ini membuat petani yang verifikasi merasa terganggu dan tidak bisa berbuat apa.dari pihak ketua & teim koprasi ketajek makmur sudah melapor kan hal tersebut kepada yang bersangkutan/berwajib, namun tidak ada tindakan apa pun sampai saat ini.

Ketika awak media radar nasional net, mewawancarai pak yahyun yang selaku ketua koprasi tani ketajek makmur mengatakan “memang betul!, empat bulan terahir ini ada warga yang tidak terdaftar virifikasi masuk kelahan koparisi,mereka membabat/merusak tanaman yang kami punya serta dikuwasai,bahkan dari tim kami sudah memperingati supaya segera keluar dari lahan yang kami punya! Namun tidak dihiraukan.

Dan bahkan kami sudah melapor kan hal tersebut kepada yang bersangkutan,namun sampai saat ini tidak ada tindakan apa pun. Semenjak ketua yang dulu kesandung masalah lahan perkebunan itu mas! Dikasih papan informasi yang bunyinya (DALAM PENGAWASAN KEJAKSAAN) yang artinya tidak boleh melakukan aktivitas apa pun selain warga yang verifikasi.

" Namun kok masih berani warga yang kami sebut oknum masuk ke lahan tajek merusak serta menguasai lahan kalo tidak ada yang ngomporin . maka dari  itu kami buat kartu anggota sesuai dengan nama para ahli waris yang terverifikasi dan yang terverifikasi klo masih belum punya kartu anggota segera datang kekoprasi.dan harapan kami dengan kartu anggota ini guna  untuk menghindari hal hal yang tidak kami igin kan’’.ungkapnya.

Ketika awak media menanya kan siyapa dalang atau oknum tersebut?.. teim koprasi menjawab” bahwa dalang dari semua ini di duga adalah pak TUKIMIN . Karna semua warga yang masuk keperkebunan ketajek adalah orang nya tumin.’’jawab nya.

Disisi lain awak media radar nasional net.mau komfirmasi kepada tukimin di kediyaman nya terkait hal tersebut namun beliyau selalu tidak ada di rumah nya, jadi teim awak media radar nasional kesulitan untuk konfirmasi dalam hal tesebut kepada tukimin.

Dan disisi lain awak media sempat mewawancarai warga yg tidak mau disebut kan nama nya jugak membenar kan hal tesebut “ memang benar lahan milik orang yg terverifikasi/ koprasi ketajek makmur ada yg di babat / dirusak seperti kayu sengon kayu manis dll serta  juga lahannya di kuwasai. Dan sempat saya tanya kepada orang yang masuk kelahan tajek tersebut!, mengapa kok berani kamu masuk kelahan tajek membabat serta menguwasai lahan padahal kamu bukan orang sini dan kamu tidak masuk dalam daftar verifikasi dari 668 para ahli waris?



Dan dia menjawab simpel mas!, saya sudah membayar kepada orang nya pak tukimin dan saya di suruh garap lahan ini. Dan mereka seakan akan mengambil kesempatan yang ada mas,mengingat koprasi saat ini sedang ada masalah jadi mungkin mereka anggap koprasi ketajek makmur ini sudah lemah. Jadi saya pun sebagai petani ketajek berharap kepada yang bersangkutan supaya mendengar dengan apa yang kami keluh kan.bukan nya kami para petani tidak bisa mengatasi permasalahan ini,tapi negara kita ini kan negara hukum jadi kami jugak mengikuti hukun yang berlaku dan apa lagi lahan ketajek makmur ada plang DALAM PENGAWASAN KEJAKSAAN.

Jadi sekali lagi kami mohon kepada yang bersangkutan bisa mengatasi hal tersebut,dan orang orang lain yang tidak masuk dalam SK bupati /yang tidak terverifikasi segera akangkat kaki dari lahan ketajek makmur.”petani.

Mengitat pada masa perjuwangan panjang pekebunan ketajek  makmur warga petani tidak rela kalo ada orang yang tidak terverifikasi seenak nya aja membabat dan menguwasai lahan milik para ahli waris.dan dengan bibagikan kartu keanggotaan petani ketajek makmur yang sudah sesuai dengan daftar para ahli waris, ketua koprasi ketajek makmur serta petani terkait beharap agar yang tidak terverifikasi segera angkat kaki/keluar dari pekebunan ketajek makmur.  (TAIM)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
....
....