Header Ads

Festival Purbakala 2019 : Melihat masa Lalu, Mempertimbangkan Saat ini, Menata Masa Depan



Jogjakarta,Radarnasional.net
Gerakan masyarakat yang mencintai perjalanan sejarah peradaban, memperingati 'hari Purbakala' yang diharapkan mampu memberikan spirit kepada generasi milenial, bahwa dibalik peninggalan  masa lalu yang disebut 'PURBA' terdapat benang merah yang saling bertautan, antara masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang.

Daerah Istimewa Yogyakarta, sebagai kota budaya, memiliki ribuan benda kuno, baik berupa bangunan, naskah tercetak, yang ditulis para pujangga dan menjadi rujukan pada masanya.

Dalam rangka memperingati 'hari Purbakala' tanggal 14 Juni 2019 dalam usia ke 106 tahun, sejak terbitnya surat keputusan Pemerintah tanggal 14 Juni 1913, nomor 62 , berdirilah "Oudheidkundige Dienst in Nederlandsch-Indie" (Jawatan Purbakala).

Untuk merealisasikan rencana tersebut Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, bekerjasama dengan berbagai pihak , mempersiapkan serangkaian kegiatan, kata Ketua Panitia Sigit Sugito, pada Acara Jumpa Pers, Selasa ,11/6/2019, di Kantor Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, dihadiri Indung Mandaputra , dari Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) DIY, juga hadir, Susilo Munandar , dari Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta (sebagai Tuan Rumah) serta para wartawan dari berbagai media,  online, cetak dan elektronik.

Kata Indung Mandaputra , Acara Festival Purbakala 2019, akan berlangsung selama 6 hari (14-19/6),dengan agenda sbb: (14/6), pukul 15.00wib, Pembukaan, diawali live perform Livy Laurens, sekaligus penganugerahan perlindungan cagar budaya oleh, Dra. Zaemul Azza, M.Hum,Kepala BPCB DIY, acara pembukaan akan dihadiri oleh Gubernur DIY, dilanjutkan Sarasehan Kebudayaan.

Agenda berikut (15/6) Diskusi Purba, dengan topik Kopi & Kuliner Purba.(16/6) topik Sumbu Filosofis,(17/6) topik Sosialisasi Purbakala DIY, Aset & Potensi, (18/6) topik Mencari Telur Garuda. Acara penutupan (19/6) akan digelar malam Purba Mileniakala ,diawali perform duta-duta Keistimewaan, dilanjutkan pengukuhan dan penghargaan duta Purbakala , dipungkasi dengan pertunjukan wayang kulit, oleh Ki Ir.Eko. Suryo Maharsono (Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta).

Juga akan tampil para Penyair senior seperti Penyair Umi Kulsum, Sitok Sregege, sastrawan senior Mustofa W.Hasyim, Musikalisasi Puisi kelompok IBU JARI, dan komunitas Penyair Kampung.

Lebih Lanjut Indung mengatakan, bahwa selama ini, hari Purbakala tidak diperingati secara nasional, karena lembaga Purbakala di Indonesia jumlahnya sedikit,  sehingga gaungnya tidak terdengar, ujarnya,

Ditegaskan lagi oleh Ketua Panitia, Sigit Sugito, bahwa memperingati Hari Purbakala merupakan suatu ikhtiar bersama untuk mengingatkan kepada kita semua, juga memberi rasa kepercayaan diri  pada generasi penerus,  bahwa sesungguhnya negeri ini dibangun dengan sistim kebudayaan yang melingkupinya, terlebih di DIY  setiap jengkal tanahnya memiliki narasi sejarah peradaban. pungkasnya.(ypt)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
....
....