Header Ads

Lokalisasi Bebekan Dilahan tkd Dibongkar Paksa


Lumajang,radarnasional.net

Bupati Lumajang, Cak Thoriq memimpin langsung pembongkaran Lokalisasi yang sudah puluhan tahun dibangun di lahan Tanah Kas Desa (TKD) milik Pemerintah Desa Dorogowok, yang berlokasi di Bebekan, Desa Kabuaran Kec. Kunir, Jum'at ( 28/06/2019) siang.

TIdak kurang dari 17 unit rumah bangunan semi permanen di area lokalisasi "Bebekan" tersebut diratakan dengan tanah, tanpa perlawanan.

Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, M.ML., bertindak tegas terhafap segala bentuk kemaksiatan, terlebih apalagi dibangun di atas lahan milik negara.
Langkah tegas yang di lakukan itu,  merupakan perwujudan komitmen bupati dan wabup sejak awal.
Bupati menyatakan, bahwa Kabupaten Lumajang harus bebas dari tempat-tempat maksiat.

"Kami Pemerintah Kabupaten Lumajang sudah berulang kali menyampaikan kepada seluruh warga masyarakat Lumajang, supaya tempat maksiatan tidak ada lagi di Kabupaten Lumajang, apabila masih ada maka kami tidak segan-segan untuk memberantasnya ," ujarnya.

Bupati menjelaskan, bahwa area lokalisasi BEBEKAN itu masih merupakan tanah milik negara yang asetnya dikelola Pemerintah Desa Dorogowok Kec. Kunir kabupaten lumajang.

"Saya pimpin langsung pembongkaran rumah diatas tanah negara, yang nyata-nyata dijadikan kegiatan untuk kemaksiatan," ujar Bupati saat memimpin operasi untuk melakukan pembongkaran.
Ia menegaskan, tidak ada pilihan lain, kecuali membongkar lokalisasi yang berada di atas tanah milik negara.

Sebelumnya, Pemkab Lumajang sudah melakukan sosialisasi dan peringatan di area tersebut. Namun, ternyata tidak dihiraukan dan tetap beroperasi.
Pembongkaran bangunan lokalisasi itu, sekaligus memutus aliran listrik yang selama ini digunakan praktik prostitusi.

Operasi pembongkaran itu, selain didukung petugas keamanan, juga dilengkapi tenaga medis yang disiagakan, untuk mengantisipasi kemungkinan hal yang terburuk.
Operasi pembongkaran yang dimulai sejak pukul 13.30 WIB itu  dipadati warga sekitar yang  ingin tahu proses pembongkaran lokalisasi yang sudah lama merasahkan warga sekitar.

Minasri salah satu warga yang juga antusias melihat proses pembongkaran lokalisasi mengaku bersyukur atas kebijakan Pemerintah Kabupaten Lumajang dengan tegas melakukan pemberantasan tempat maksiat.
"Ya syukur Alhamdulillah mas, soalnya ini kan mengganggu mas, mengganggu rumah tangga orang, dan semoga ditutup selamanya lah, nggak ada lagi," katanya. (Bkt/red)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
....
....