Header Ads

Petani ahli waris Tanah Ketajek kedua Pihak Sepakat Pesta panen kopi Bersama





Jember radar nasional net.

 Warga  petani ahli waris tanah ketajek makmur sebagai mana yang tercantum dalam keputusan bupati jember188.45/161/012/2013,tentang penetapan hasil pelaksanaan verifikasi nama   masyarakat di wilayah tanah ketajek kecamatan panti kabupaten jember,yang sempat terjadi beda pendapat antara dua belah pihak petani diantara ahli waris, kini telah sepakat/damai dan melakukan pesta panen kopi secara bersama sama, setelah dilakukan mediasi di polres  jember 02 juli 2019 kemari.

Pesta panen kopi secara bersama diantara dua belah pihak petani ahli waris sepakat mulai bekerja memetik pada hari sabtu 06 juli 2019,menurut yahyun selaku perwakilan dari ahli waris ketika di temui awak media Radar nasional net'' menghibau kepada warga nya yang masuk dalam ahli waris tanah ketajek supaya menepati perjanjian terkai masalah panen kopi dengan warga ahli waris yang di kuasa kan kepada tukimin.

Dengan kesepakatan ini kami berharap di antara dua belah pihak agar saling mengerti,tidak saling bentrok terkait panen kopi ini,dan bagi warga yang lahan nya ketumpang tindihan sama orang lain harus sepakat dilakukan panen bersama jugak hasil nya di bagi dua setelah di potong pajak.dan untuk kedepan nya kita atur kembali biar tidak terjadi hal yang tidak di ingin kan'' jelasnya.

Tukimin  menjelaskan dihari yang sama kepada awak media Radar nasional net terkait kesepakatan kedua belah pihak agar mena'ati pelaturan yang sudah di setujui pada beberapa hari yang lau di aula kapoles jember,di antaranya”

1. bahwa kedua belah pihak sepakat untuk panen bersama diantara ahli waris
2 apa bila ada ketumpang tindihan di antara ahli waris maka sepakat untuk di bagi dua dan di potong biaya yang lain.
3 untuk penggarap lahan yang akan datang,bagi yang ketumpan tindihan dilakukan pemindahan ke lahan yang lain.
4 bahwa untuk panen kopi,tenaga kerja ahli waris membawa sendiri sendri
5 mengenai ongkos kuli,kami sepakat upah pada umum nya
6 ke dua belah pihak sepakat menjuk petugas penimbang.
7 kedua belah pihak mulai berkerja pada hari saptu 6 juli 2019,mulai pukul 06 pagi samapi jam 13 00 wib.dan sudah masuk ketempat penimbangan di lokasi kayangan,jerukan,gudang tengah,dan besaran.
8 penjual hasil panen kedua belah pihak sepakat jual bersama.
9 kedua belah pihak sepakat membentuk keaman jumblah 6 orang sehinga dari kedua belah pihak total 12 orang.
10 kedua belah pihak sepakat membentuk tukang timbang
12 kedua belah pihak sepakat kalo ada tindak kejahatan/pencurian salah satu pihak bisa melapor kan ke puhak yang berwajib

Karna kesepakatan itu di buat penuh kesadaran tampa ada tekanan dari kedua belah pihak mana pun.yang di saksikan oleh intansi terkait” jelas nya.

Sisi lain awak media radar nasional net memewancarai M  zuhri selaku kepala kapolsek panti yang menghadiri jalan nya pesta panen kopi jugak menghibau kepada pihak ahli waris”kesepakatan kemarin 2 juli 2019 di aula polres jember,yang di hadiri oleh asisten satu,dinas koprasi,muspika ,dan dari kedua belah pihak,yahyun&tukimin berserta 16 tokoh ahli waris,yang intinya pada hari sabtu 6 juli sudah sepakat untuk melaku kan panen bersama sama,tidak menutup kemungkinan klo terjadi permasalahan di lapangan,sudah ada acaranya untuk menyelesai kan nya.jadi tidak perlu mengambil langkah sendiri yang bertentangan dengan hukum.jadi kalo waga ada kesalah pahaman/pencurian kopi cukup melapor kan kepada pak yahyun dan tukimin yang mana dibahwah nya sudah di bentuk keamanan masing  enam orang,klo masih belum di selesai kan warga tidak usah melapor biar cukup pak yahyun dan tukimin yang  melapor kepada kapolsek pati, tapi yang saya harap kan dengan kesepakatan di antara dua belah pihak sudah tidak ada lagi permasalahan di lapangan,sehingga permasalahan panen bisa berjalan dengan kondusip dan berjalan sesuai mikanisme aturan yang sudah di sepakati.

Dan setelah panen bersama sudah selesai dengan kondusib baru lembaga koprasi tani  ketajek makmur  segerah di kokoh kan kembali secara bertahap,di mediasi melalui tingkat  kecamatan dan kabupaten “jelasnya 

 (agus).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
....
....