Header Ads

'Bergerak Sampai Akhir.'



Jogjakarta, Radarnasional.net

Bergerak Sampai Akhir adalah judul buku, yang di lounching pada peringatan 100 hari wafatnya Muhamad Yamin, seorang aktifis Mahasiswa (lahir 1965, wafat 22 maret 2019)Jabatan terakhir adalah Ketua Umum sekertaris Nasional dan wakil Direktur Relawan Tim kampanye nasional Jokowi-Ma'ruf Amin.

 Lounching buku"Bergerak Sampai Akhir ", ditulis berdasarkan testimoni sebagian besar teman-teman dekat almarhum, Penerbit Rode Press,  edisi Perdana Juni 2019, nama Rode diambil dari nama sebuah gang kecil, di jalan Kusumanegara, yogyakarta, tidak jauh dari lokasi terjadinya bentrokan antara aparat dan demonstran dalam "Peristiwa Kusumanegara Berdarah" 

Tirta Irawan, Ketua Panitia, dalam keterangnya kepada media di rumah pergerakan komunitas Rode, minggu, (30/6/2019) mengatakan, bahwa buku Bergerak Sampai Akhir  ini berceritera tentang rekam jejak alm.Muhamad Yamin, sejak mahasiswa, menjadi aktifis, terjun kedunia Politik,menjadi anggota DPR RI, kembali terjun dalam dunia aktifis dengan trend baru dalam sejarah Politik Indonesia.

Beliau adalah tokoh panutan pergerakan mahasiswa sampai akhir hidupnya, jadi peringatan 100 hari ini, sebagai pengingat, bagi kita sebagai penerusnya.

Format baru dalam dunia pergerakan mahasiswa yang dimotori oleh almarhum, agak sedikit berbeda dalam jejak sejarah gerakan mahasiswa tahun 70an, gerakan mahasiswa saat itu sangat 'exclusif', mahasiswa seolah-olah adalah 'ratu adil' yang membawa perubahan.

Sedangkan gerakan mahasiswa tahun 80an yang digagas oleh alm.Muhamad Yamin, berbeda karena menurut almarhum mahasiswa itu hanya membangun solidaritas, yang melakukan perubahan adalah masyarakat, karena rakyatlah yang berdaulat.

Situasi dan kondisi sebelum tahun 2014, daulat Politik adalah melalui Parpol, itu yang coba dirombak oleh almarhum melalui gerakan relawan, gerakan relawan bisa menjadi gerakan pendorong, tutur Tirta Irawan teman almarhum.

Perjuangan melalui gerakan relawan ini dikategorikan berhasil, karena capaian politiknya jelas, karena saat Seknas Jokowi lahir, selanjutnya ratusan relawan lain mulai bermunculan, jadi para meter Politiknya disitu.

Hal ini diakui bukan hanya oleh masyarakat, Parpol, juga oleh capres yang bersangkutan, terlihat juga seperti (seknas relawan Prabowo, rival Jokowi- Ma'ruf pada pemilu lalu), yang dulu tidak ada bentuk perjuangan / dukungan semacam demikian, dan melalui model yang di gagas oleh almarhum, membawa Jokowi-Ma'ruf  menang kontestasi, meskipun para meter keberhasilan yang lain masih jauh. pungkas Tirta Irawan.

Acara peringatan 100 hari, alm.Muhamad Yamin, dihadiri oleh teman-teman aktifis almarhum dari berbagai kota, hadir juga, Prof.M.Mahfud MD, Eko Sulistyo (Deputi KSP), Abidin Fikri (DPR RI), Hasto Atmojo (ketua LPSK), Andi Nuawea (ketua Relawan Jokowi) SN.Lela (aktifis Perempuan dan HAM) juga hadir, penyunting buku Imran Hasibuan dan Eddy Suprapto.

Kegiatan peringatan 100 hari, wafatnya Muhamad Yamin, di isi dengan berbagai kegiatan seperti, pengajian, diskusi, testimoni dari para sahabat,silaturahmi aktifis prodemokrasi.(ypt)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
....
....