Header Ads

Kepindahan Ibu Kota Negara adalah kebutuhan, dan sebagai bagian dari Strategi Pemerataan.



Jogjakarta.Radarnasional.net
Acara ngopi bersama media dan press confrence, terkait  pemindahan Ibu Kota negara, dalam perspektif  lingkungan hidup dan HAM, bersama Ketua umum perkumpulan profesional lingkungan Dr.Tasdiyanto Rohadi, di Merapi Resto kota baru Yogyakarta, sabtu,21/9/2019.

Pada pertemuan tersebut Dr.Tasdiyanto Rohadi, yang juga adalah Sekjen Komnas HAM mengatakan, beberapa tahun lalu para ilmuan dan profesional dibidang lingkungan hidup sudah memprediksi terkait beban pulau jawa yang semakin berat , hal ini disebabkan beberapa faktor, baik faktor ekologis, polusi udara, issu lingkungan, kepadatan lalu lintas orang dan barang.

Dan juga dalam pertemuan tahun (2010) di Universitas Paramadhina Jakarta, para ahli memberikan pandangan untuk memisahkan, Ibu Kota negara dan pusat kegiatan bisnis, kemudian pemerintah mengambil kebijakan dengan konsep memperluas pengelolaan Jakarta dengan kota-kota sekitarnya.

Bapenas menegaskan permasalahan sosial dan lingkungan hidup di jakarta sudah sangat nyata, diantaranya berbagai fenomena dan konflik sosial, penurunan prestasi kerja, perilaku sosial yang negatif, penurunan kualitas lingkungan, hal ini terlihat dari Index Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) DKI Jakarta mendapat predikat terburuk.

Keputusan pemindahan Ibu Kota negara dari Pulau Jawa ke kalimantan telah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo, pada Pidato sidang tahunan DPR RI dan DPD RI, tanggal (16/8/19) silam, dalam kesempatan tersebut Presiden telah memohon ijin kepada anggota Dewan dan para sesepuh negeri untuk memindahkan Ibu Kota negara ke Kalimantan.

Ketua Umum Perkumpulan profesional lingkungan, Dr.Tasdiyanto Rohadi,  saat di tanya wartawan terkait maraknya pembakaran hutan dan lahan yang kerap terjadi di kalimantan, yang juga adalah sebagai Ibu Kota negara Republik Indonesia, beliau mengatakan, pemindahan Ibu Kota negara juga adalah sebagai bagian strategi pemerataan, karena dengan Ibu Kota negara yang baru, maka aktifitas Pemerintah  akan terfokus, maka pemerataan akan bisa dirasakan oleh masyarakat.

Tentang kebakaran hutan dikalimantan , dengan sendirinya akan tertangani secara baik, karena ketika Ibu Kota pindah ke Kalimantan maka upaya atau penjagaan terhadap Ibu Kota akan semakin baik, dan saya yakin Pemerintah pusat akan lebih fokus untuk mencegah kebakaran hutan di kalimantan, dengan upaya maksimal.

Dan itu adalah sebuah fenomena yang berbeda, maka dengan perencanaan  yang baik semua akan tertangani secara lebih baik.

Saat ini Bapenas  sedang membuat kajian secara komprehensif pemindahan Ibu Kota negara, maka saya yakin akan melahirkan sebuat kota yang lebih baik dan berwawasan lingkungan yang menjadi "Smart City" dan kita ingin agar Ibu Kota negara, nantinya juga ramah terhadap peradaban manusia, serta keadilan terhadap siapapun, kuncinya adalah perencanaan yang baik. pungkasnya.(ypt)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
....
....