Header Ads

SMP Negeri 2 Pronojiwo Gelar Kemah Persami, Lantik 45 Dewan Penggalang


.

LUMAJANG,  radarnasional.net.- Dalam rangka pembinaan karakter di kalangan warga Gudep dan melantik 45 calon dewan penggalang ramu, SMP Negeri 2 Pronojiwo mengadakan kemah persami. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari sabtu dan minggu tanggal,31 sampai 1 Agustus 2019 bertempat di desa Oro oro ombo  kecamatan Pronojiwo  Kabupaten Lumajag, tepatnya di SMP Negeri 2 Pronojiwo.
Pemilihan lokasi perkemahan ini sesuai dengan instruksi Yustina.SPd selaku Kepala sekolah terkait yang telah dilakukan oleh warga gudep.

Kegiatan yang bertemakan "Dengan Kemah SATYAKU KU DHARMAKAN DHARMAKU KUBHAKTIKAN UNTUK NKRI" dan Pelantikan Dewan Penggalang kita ciptakan kader pramuka yang memiliki wawasan kebangsaan“ yang di ikuti oleh 45 peserta  yang terdiri dari calon Dewan Penggalang putra 22 orang, calon dewan Penggalang Putri 23 orang.

Kegiatan ini bertujuan :

1. Melantik calon dewan penggalang menjadi dewan penggalang.

2. Serah terima jabatan Pratama

3. Meningkatan wawasan kebangsaan dikalangan warga gudep SMP Negeri 2 Pronojiwo.

4.   Praktek pengamalan Dasa Dharma dalam kehidupan sehari – hari.

Hadir dalam acara tersebut Ibu Yustina, S.Pd selaku kepala sekolah SMP  Negeri 2 Pronojiwo Kabupaten Lumajang.

Kepedulian beliau terhadap Gerakan Pramuka tak diragukan lagi hingga beliau menyempatkan diri untuk bermalam di arena perkemahan mendampingi peserta. Bukan hanya itu beliau juga memberikan materi pada sesion “Kepemimpinan” dengan gaya beliau peserta nampak dengan antusias dan semangat mengikuti kegiatan ini. Meski padat acara namun peserta tetap semangat mengikuti acara ini hingga usai.

“Kegiatan kemah Satyaku ku Dharmakan Dharmaku ku Bhaktikan Untuk NKRI dengan pelantikan dewan penggalang ini lebih merupakan kegiatan yang berorientasi pada pembinaan karakter anak kebangsaan, sehingga kegiatan ini kami integrasikan beberapa nilai, antara lain :

- Keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa

- Kepribadian unggul, wawasan kebangsaan, dan bela negara (NKRI)

- kepekaan dan toleransi sosial dalam konteks masyarakat plural

Hal ini sesuai dengan Permendiknas Nomor 39 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan”.
Demikian ungkap beliau yang disampaikan oleh Yustina, S.Pd saat penutupan kegiatan.

Guna penanaman karakter kebagsaan usai api unggun diadakan acara Training Motivation oleh semua jajaran pembina.

Kegiatan di akhiri dengan bacaan Hamdalah.(Bkt/red)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
....
....