Header Ads

Bahaya Radikalisme, Kapolda Bali Minta Bhayangkari dan Generasi Muda Kuasai dan Cintai Konsesus Dasar Bangsa





Denpasar, Bali. www.radarnasional.net - Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus R. Golose menjadi narasumber dengan tema bahaya radikalisme. Kegiatan ceramah bahaya radikalisme ini digelar dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari ke 67 Tahun 2019, yang dihadiri Ketua Bhayangkari Daerah Bali Ny. Barbara Golose, Wakapolda Bali Brigjen Pol. Drs. I Wayan Sunartha, Pejabat Utama Polda Bali, Kapolres/Ta se Bali, Pengurus Bhayangkari Daerah Bali dan siswa/siswi SMA/SMK di Denpasar serta seluruh Bhayangkari.

Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus R. Golose mengatakan kasus radikalisme dan terorisme masih menjadi ancaman global. Kekhawatiran ini tampak dari mulai orang tua sampai ASN ikut terpapar paham radikal dan teroris.

"Salah satu upaya menangkalnya adalah melalui kembali kepada konsensus bangsa kita yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika," ujar Petrus Golose saat menjadi narasumber di Gedung Perkasa Raga Garwia, (16/10/2019).

Kapolda Bali juga mengungkapkan, sifat multikultur yang sudah melekat di dalam bangsa Indonesia dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika memang terlihat hal sepele. Namun, Indonesia sudah membentuk ratusan suku, ratusan budaya, ratusan bahasa disatukan dalam Bangsa Indonesia.

Untuk itu, penting memiliki daya tangkal yang kuat yang dilakukan oleh orang tua dan anak dengan cara memahami ideologi dan dasar-dasar Negara Republik Indonesia agar generasi muda tidak terpapar radikalisme.

"Paham radikal ini bukan di satu agama saja, hampir di semua agama. Sehingga daya tangkal itu hanya satu, ideologi kita adalah Pancasila. Kalau kita dijajah dengan ideologi lain sebenarnya simpel, kalau dibicarakan di Indonesia belum selesai. Tapi, namanya Indonesia ini sudah selesai dan final," Ungkap Irjen Pol. Petrus Golose di depan rimbuan peserta

Saya ingin generasi muda mengetahui, menguasai, dan mencintai empat konsesus dasar bangsa Indonesia tersebut karena  nilai-nilai ini sangat penting sebab di dalamnya ada nilai Ketuhanan, kemanusiaan, demokrasi, kesatuan wilayah, dan nilai keadilan yang bisa membentengi bangsa kita.

Kapolda Bali berharap dengan mengetahui dan mencintai nilai-nilai konsesus dasar ini, maka generasi muda akan bisa membentengi bangsa Indonesia dari berbagai ancaman disintegrasi. Generasi muda juga tidak akan mudah terpengaruh dengan berbagai ujaran  kebencian yang tidak mendasar dilakukan orang-orang yang menginginkan perpecahan bangsa.

''Saya juga berharap ke depan SMA/SMK yang hadiri dapat menambah kader dan pendekar Pancasila yang siap menjaga NKRI serta mempertahankan semboyan Bhineka Tunggal Ika sehingga membawa pengaruh positif di dunia pendidikan,'' ujarnya

Diakhir kegiatan Kapolda Bali mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan menolak paham radikalisme. “Penyebaran paham radikalisme telah merambah dunia pendidikan termasuk perguruan tinggi. Mari bersama-sama menangkalnya karena paham radikalisme sangat berbahaya dan dapat mengganggu stabilitas keamanan dan keutuhan NKRI,” tegasnya.

Menurutnya, Bangsa Indonesia terbentuk dari beragam suku, budaya, agama, adat istiadat, dan ras. Masyarakatnya yang majemuk, menjadikan Indonesia memiliki karakteristik yang unik. Jika masyarakat Indonesia tidak bisa membentengi diri, maka kemajemukan ini sangat rentan dipengaruhi  paham radikalisme yang ingin memecah belah persatuan NKRI.

Sekali lagi saya berpesan kuasai ideologi bangsa kita Pancasila, menjaga sumber hukum yaitu Undang-Undang Dasar Republik Indonesia bagaimana kita tetap menjaga Negara Kesatuan Republik Inodonesia. Dan tentunya tetap dengan keberagaman karena kehebatan Indonesia, itu karena kita berbeda-beda," tutup Kapolda Bali. (Humas)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
....
....