Header Ads

Perangkat Desa Klumpit, Gebog Diduga Ikut Kondisikan Biaya PTSL



Kudus - Radar Nasional-Dugaan praktik pungutan liar ( Pungli) dalam Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap ( PTSL) di Desa Klumpit Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus, membuat masyarakat geram dan merasa keberatan.Terindikasi panitia PTSL yang ada di Desa tersebut meminta sejumlah uang kepada pemohon sertifikat PTSL  di Desa Klumpit Kecamatan Gebog sangat bervariasi nominalnya karena masing - masing pemohon tidak tahu menahu, sedangkan pihak perangkat desa sendiri diduga tidak transparan dalam proses pembuatan Sertifikat bagi warganya ( 30/10/2019)

Masyarakat Desa Klumpit Kecamatan Gebog  Kabupaten Kudus merasakan keberatan karena biaya pembuatan sertifikat massal dirasakan terlalu mahal dan tidak umum.
Dari pengakuan warga Desa Klumpit yang ikut program PTSL tersebut, hal ini diduga dilakukan oleh sejumlah oknum perangkat Desa Klumpit dengan cara meminta biaya proses dan pengukuran program sertifikat massal atau PTSL dengan melebihi ketentuan yang sudah ditentukan oleh pemerintah.

Pungutan oleh Oknum Perangkat  Desa Klumpit dengan kisaran biaya yang bervariasi mulai dari Rp.850.000,- sampai Rp. 1.800.00,- yang dilakukan dengan cara pihak Kepala Desa Klumpit  Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus Subadi MOU dengan Notaris Dwi Purwanti, SH mematok harga pengurusan PTSL sebesar Rp. 650.000,-.

Namun kenyataan di lapangan perangkat desa yang mengurus program tersebut meminta tambahan uang lagi dari warga dengan bervariasi mulai dari Rp. 200.000,- yang dilakukan door to door Atau dari rumah ke rumah yang bersangkutan.

Namun saat ini setelah menjadi polemik di masyarakarat oleh Subadi Kepala Desa Klumpit Kecamatan Gebog untuk program PTSL 2019 tarifnya disesuaikan dengan aturan pemerintah sebesar Rp.150.000,-.

Hal ini juga substansi strategi Kepala Desa Klumpit untuk menarik  simpati masyarakat karena Incumbent mencalonkan diri kembali dalam Pilkades Bulan Nopember 2019 ini dengan berbagai strategi manisnya yang tersilimuti watak kecurangannya.
ucap Bima Agus Murwanto, SH. MH dengan nada geram.





Dari Kejaksaan Kudus pun berjanji atas kasus yang bergulir di Desa Klumpit Kecamatan  Gebog Kabupaten Kudus akan segera ditangani dengan memeriksa oknum perangkat desa yang bermasalah dan warga desa yang menjadi korban PTSL dengan jumlah Quota 1500 Sertifikat

Lembaga Swadaya Masyarakat ( LSM) Masyarakat Peduli Keadilan Kudus merasa prihatin sekali atas perilaku Oknum Perangkat Desa yang memanfaat kesempatan demi kantong pribadi dengan mengesampingkan apa arti Pungli bagi dirinya yang akan berujung merugikan masyarakat banyak.
Atas dasar tersebut di atas warga Desa Klumpit Kecamatan Gebog berharap agar kasus ini dapat terselesaikan dengan menindak Oknum Perangkat Desa yang melakukan Pungli  keranah hukum
Reporter:( ADHI. S)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
....
....