Header Ads

Sosialisasi Keselamatan Operasi Penerbangan, Batas Kebisingan dan Tata Guna Lahan disekitar Bandar Udara



Sleman.Radarnasional.net
Kantor Otoritas  Bandar Udara III, menyelenggarakan Sosialisasi Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan ( KKOP), Batas Kawasan Kebisingan (BKB), dan Tata Guna Lahan disekitar Bandar Udara.

Dihadiri, para penyelenggara bandar udara otoritas penerbangan wilayah III, Pemda dan tamu undangan lainnya, dengan nara sumber : Kepala Seksi Pengoperasian  Bandar Udara, (Agus Heriyanto.  Inspektur Bandar Udara ( Wayan Nur Wiryana)

Wayan Nur Wiryana dalam materi presentasi "Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan ( KKOP )", bahwa definisi KKOP adalah wilayah daratan dan atau perairan serta ruang udara disekitar bandar udara yang digunakan untuk kegiatan operasi penerbangan  dalam rangka menjamin keselamatan penerbangan.

Penyebab kecelakaan penerbangan antara tahun 2010-2016, dipengaruhi beberapa faktor : faktor manusia 67.12%, Teknis 15.75%,Lingkungan 12,33%, Fasilitas 4,79%.sementara tahun 2017 sd 2019 kecelakaan peberbangan mulai menurun, ujar Wayan.

Kegiatan yang berpotensi membahayakan keselamatan penerbangan diantaranya, menggembala hewan ternak, pembakaran hutan, birdstrike(bahaya serangan burung), penggunaan frequensi radio ilegal, penerbangan balon udara, penggunaan green lazer, penggunaan drone, bermain layang-layang.

Pelanggaran dan sanksi, pasal 421 ayat 2,UU no.1 tahun 2009, Setiap orang membuat halangan (obstacle) dan atau melakukan kegiatan lain dikawasan keselamatan operasi penerbangan yang membahayakan keselamatan dan keamanan penerbangan sebaimana dimaksud dalam pasal 210 dipidana dengan pidana penjara paling lama tiga tahun dan atau denda paling banyak Rp.1  miliard Rupiah.

Pengecualian, terhadap ketentuan mendirikan, mengubah atau melestarikan bangunan harus mendapat persetujuan menteri, dan memenuhi ketentuan sebagai berikut , 1. Merupakan fasilitas yang mutlak diperlukan untuk operasi penerbangan.2. Memenuhi kajian khusus aeronautika.3. Sesuai dengan ketentuan teknis keselamatan operasi penerbangan.

Sementara itu, kepala seksi pengoperasion bandar udara, kepada wartawan mengatakan, tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk eksistensi bandar udara, baik keselamatan dan keamanan penerbangan dan bahaya kecelakaan udara dan fokus kita adalah keselamatan  penerbangan, kemudian  eksistensi bandara.

Kami dari otoritas pengelola bandar udara III membawahi 16 bandara, tugas kami untuk menjaga dan mengawasi keselamatan penerbangan udara, tugas utamanya adalah melaksanakan pengawasan penerbangan, dengan melakukan inspeksi, survilen dan monitoring, untuk pemenuhan ketentuan regulasi, sedangkan audit dilakukan oleh kantor pusat Ditjen perhubungan.

Kegiatan seperti ini, setiap tahun kami programkan seluruh wilayah bandar udara otoritas wilayah III, kita lakukan inspeksi, untuk pemenuhan terhadap regulasi, agar bagaimana regulasi dibuat,  dan bagaimana regulasi diterapkan oleh penyelenggara bandar udara, itu yang kita evaluasi, tujuannya untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan penerbangan,ujarnya.

Sementara itu, saat di singgung tentang tingkat gangguan bising yang mungkin dialami oleh penduduk sekitar bandar udara  sebagai akibat operasional pesawat udara  pada pagi, siang dan malam hari.

 Wayan Nur Wiryana mengatakan, tanggung jawab Penyelenggara Bandar udara, menurut (PP No.40 tahun 2012 tentang PPLH), bandan usaha  bandar udara atau unit penyelenggara bandar udara, wajib menjaga ambang batas kebisingan dan pencemaran lingkungan di bandar udara dan sekitarnya sesuai ambang batas dan baku mutu yang ditetapkan Pemerintah, pungkasnya.(Ome)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
....
....