Header Ads

Diduga Percikan Api Rokok, Pabrik Petasan Rumahan Di Bojongsawah Terbakar





Sukabumi Jabar, www.radarnasional.net -
Petasan meledak menyebabkan rumah rusak terjadi di Kampung Lemburhuma RT 03/12, Desa Bojongsawah, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, Jumat (25/10/2019) sekitar pukul 11.00 WIB. Rumah rusak pada bagian dapur. Tak hanya itu sebuah ruangan yang dipakai sebagai pabrik petasan juga hancur berantakan.

Kapolres Sukabumi Kota AKBP Wisnu Prabowo, mengatakan rumah yang rusak milik Komar (56 tahun) seorang pembuat petasan. Ledakan, kata Wisnu, terjadi akibat api dari rokok.

"Terjadi ledakan karena korban pada saat itu sedang merokok, jadi terciprat api dari pada itu," ujar Wisnu.

Akibat kejadian ini, korban mengalami luka di tangan dan wajah. "Korban sekarang ini sedang dibawa untuk melakukan pengobatan. Luka di tangan dan muka. Itu informasi yang kami dapatkan," imbuh Wisnu.
 
 Petasan meledak menyebabkan rumah rusak terjadi di Kampung Lemburhuma RT 03/12, Desa Bojongsawah, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, Jumat (25/10/2019) sekitar pukul 11.00 WIB. Rumah rusak pada bagian dapur. Tak hanya itu sebuah ruangan yang dipakai sebagai pabrik petasan juga hancur berantakan.

Kapolres Sukabumi Kota AKBP Wisnu Prabowo, mengatakan rumah yang rusak milik Komar (56 tahun) seorang pembuat petasan. Ledakan, kata Wisnu, terjadi akibat api dari rokok.


"Terjadi ledakan karena korban pada saat itu sedang merokok, jadi terciprat api dari pada itu," ujar Wisnu.

Akibat kejadian ini, korban mengalami luka di tangan dan wajah. "Korban sekarang ini sedang dibawa untuk melakukan pengobatan. Luka di tangan dan muka. Itu informasi yang kami dapatkan," imbuh Wisnu.

Hanya saja tidak dijelaskan dimana korban menjalani perawatan. Wisnu menegaskan korban memproduksi petasan untuk acara hajatan dan pada bulan Maulud ini banyak yang menggelar pernikahan dan khitanan. Wisnu menjelaskan, korban sejatinya adalah seorang petani, jadi membuat petasan sebagai usaha sampingan.

Namun, korban menghilang dan sedang dicari polisi.

"Tidak ada barang yang diamankan. Karena kejadian sekitar jam 11.00 WIB, lalu kita datang kemari dan di lokasi sudah habis. Korban dapat bahan dari mana masih kita lidik. Jenis petasannya yang tradisional. Cara pembuatannya pun tradisional. Korban sekarang masih kita cek dan cari," kata Wisnu.

Wisnu berharap masyarakat untuk menghentikan produksi petasan mencegah kejadian serupa tidak terulang kembali. "Menghimbau agar masyarakat di sini terutama agar tidak ada yang memproduksi atau membuat petasan," tukasnya.

Lipsus andi memberitakan untuk sukabumi

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
....
....