Header Ads

Publik Hearing Raperda Tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan





Sleman.Radarnasional.net
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sleman, H.Ardi, S.Ag, M.PAR,MM, melakukan Publik Hearing,  Raperda tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan kepada masyarakat di Desa Condong Catur, Kamis, 21/11/2019, di Balai Desa Condong Catur-Depok, Sleman.

Dihadiri Kepala Desa Condong Catur, Reno Sang Aji,S.IP., Anggota DPRD Sleman Fraksi PAN,H.Ardi, S.Ag.M.PAR, MM.,selaku moderator,Nara sumber Aris Wibowo dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Perikanan Kab.Sleman.,Drajat Selo Rajito, dari Forum Pemerhati Petani.,juga hadir para Dukuh, RW, RT dan perangkat  Desa Condong Catur ,serta masyarakat, dan pengurus DPC PAN.

Kepala Desa Condong Catur, Reno Sang Aji, S.IP, mengatakan, pertemuan ini adalah pertemuan Anggota Dewan dengan konstituennya, maka kita berharap H.Ardi, dapat membawa aspirasi masyarakat Condong Catur.

Lebih lanjut Kepala Desa Condong Catur menuturkan, bahwa di Condong Catur Ini lahan pertanian  semakin hari semakin menyusut disebabkan karena kebutuhan pertumbuhan ekonomi, baik kuliner dan kegiatan ekonomi lainnya berkembang dengan cepat,  didamping itu para orang tua sudah membagikan tanahnya kepada anak keturunannya, tapi anak-anaknya tidak bisa bertani 'hanya ahli dalam bidang penjualan' termasuk bagi-bagi waris, dan itu adalah tantangan kita.katanya.

Maka lahan yang sekarang masih tersisa perlu kita pertahankan, kita tetap membentuk forum-forum wanita tani untuk memanfaatkan lahan -lahan sempit, juga penguatan terhadap gapoktan yang secara rutin mendapat pembinaan dari dinas pertanian termasuk menyediakan bibitnya, dan pemerintah memberikan stimulan.

Sementara itu pemateri dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Perikanan Sleman, dalam pemaparan mengatakan, Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) adalah bidang lahan yang ditetapkan untuk dilindungi dan dikembangkan secara konsisten guna menghasilkan pangan pokok bagi kemandirian, ketahanan dan kedaulatan pangan nasional, yang meliputi,lahan beririgasi, lahan reklamasi rawa pasang surut dan non pasang surut, serta lahan non irigasi.

Aris Wibowo, memaparkan perkembangan luas lahan sawah di kabupaten Sleman mengalami penyusutan, berdasarkan sumber profil Dinas Pertanian Kab.Sleman sampai dengan  tahun 2017 luas lahan sawah di kabupaten Sleman adalah 19.131ha,  dan di tahun  2018 dari sumber sensus pertanian tahun 2017, lahan sawah di Kabupaten Sleman 18.137ha,tuturnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Komisi B dari Fraksi PAN, H.Ardi, kepada wartawan mengatakan  Publik Hearing ini adalah kesempatan untuk mendengar pendapat dari masyarakat terkait Rancangan  Perda tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Bekelanjutan di Kabupaten Sleman.

Kita harapkan apa yang di rancang oleh Pemerintah ini, memenuhi rasa keadilan bagi masyarakat. Perlindungan lahan  pertanian pangan berkelanjutan ini, maksudnya adalah pemerintah konsisten terhadap daerah-daerah yang pada jaman dulu ditetapkan sebagai  zona hijau, yaitu daerah irigasi yang diperuntukkan untuk pertanian agar tidak dialih fungsikan, selain itu Perda ini terus kita cermati jangan sampai Raperda ini memiliki sisi yang merugikan masyarakat.

Raperda ini saya mencermati ada beberapa sisi yang perlu di sempurnakan, seperti pada pasal 24 ayat 5 yang berbunyi "apabila lahan pertanian pangan berkelanjutan yang dimiliki petani hanya satu-satunya dan akan digunakan sebagai rumah tinggal, maka hanya boleh dialihfungsikan paling banyak 300m2," pasal  ini telah ditanggapi oleh masyarakat dengan masukan-masukan yang perlu diperhatikan.

Dan berdasarkan masukan dari masyarakat, pada publik hearing pertama di Kecamatan Berbah, usulan agar di tambahkan kalimat, "dan anak-anaknya", kita akomodir, karena pemilik lahan ini memiliki keluarga, dan apabila yang bersangkutan wafat maka lahan tersebut akan dibagikan kepada anak-anaknya atau keturunannya, maka dalam perda ini perlu dipertegas sehingga tidak ada polemik di kemudian hari. pungkasnya.(Ome)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
....
....