Header Ads

Penambangan Pasir di Muara Sungai Progo dengan Mesin Sedot Pasir Ilegal




Kulonprogo.Radarnasional.net
Antrian ratusan truk pengangkut pasir Ilegal keluar masuk lokasi penambangan pasir di muara Sungai Progo, Desa Banaran, Kecamatan Galur, Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta

Dari hasil pantauan di lokasi penambangan pasir Desa Banaran, Kecamatan Galur ,Kabupaten Kulon Progo ,Selasa, 3/12/2019. Didapati  informasi dari warga setempat bahwa proses penambangan pasir menggunakan alat mesin sedot sangat merugikan masyarakat. Kini penambang pasir yang mengantongi Ijin  (IPR) Ijin Penambangan Rakyat merasa di rugikan dengan kondisi ini.

Model penambangan menggunakan mesin sedot yang sedang beroperasi selain tidak berijin, merusak lingkungan, jalan dan merugikan masyarakat diwilayah Desa Banaran. Masyarakat mengeluhkan bahwa aparat terkait terkesan membiarkan hal ini, terbukti mesin sedot pasir yang jumlahnya sangat banyak +/- 50an unit ini sudah beroperasi lama , dengan kapasitas produksi +/- ratusan  truk/hari, namun tidak ada tindakan dari aparat.

Dulu penambangan pasir menggunakan sekop, hal ini dikisahkan oleh pemilik warung di lokasi penambangan, dan kemudian masuklah investor menggunakan alat berat backhoe, dan kini menggunakan mesin sedot pasir yang hasilnya jauh lebih besar, tapi masyarakat tidak mendapatkan kesejahteraan.

Dikawatirkan bila Pemerintah tidak segera turun tangan untuk menertibkan penambang pasir dengan mesin sedot ilegal ini, maka kerusakan lingkungan akan semakin parah.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu, Kabupaten Kulon Progo, Agung Kurniawan, yang di temui para wartawan di kantornya mengatakan, sejak bulan Nopember 2014 lalu, kewenangan perijinan tambang  menjadi kewenangan Pemda DIY, melalui (DPPM) Dinas Perijinan dan Penanaman Modal, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Agung Kurniawan menjelaskan bahwa, operasi penertiban secara berkala oleh Dinas terkait sering dilakukan, namun setelah pasca operasi penertiban kegiatan penambangan hanya terhenti sesaat, kemudian muncul lagi penambang ilegal di sepanjang bantaran sungai sampai muara sungai Progo. pungkasnya (Ome).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
....
....