Header Ads

Parade Bregodo Sebagai Puncak HUT ke 73 Desa Condong Catur




Sleman.Radarnasional.net
Parade Bregodo Condong Catur sebagai acara pamungkas rangkaian kegiatan perayaan Hari ulang tahun Desa Condong Catur 26 Desember 2019.

Upacara ulang tahun ke 73 Desa Condong Catur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta,  dihadiri GKR Hemas yang bertindak sebagai Inspektur Upacara,(Pengageng Upacara) juga hadir Wakil Bupati Sleman, Camat Depok dan Muspika Kec. Depok,  Kepala Desa dan seluruh perangkat Desa Condong Catur dan tokoh masyarakat. Kamis,26/12/2019, bertempat di Balai Desa Condong Catur, Depok-Sleman.

Parade Bregodo Condong Catur yang mengambil bagian dalam kegiatan ini adalah Bregodo yang berasal dari 5 wilayah meliputi : Bregodo Kring Kentungan  (Kromo Yudha), Bregodo Kring Gejayan (Sastra Diharjan),  Bregodo Kring Manukan (Paksi Jayeng Katon), Bregodo Kring Gorongan (Hadi Manggala), Bregodo Wulung Galih (Condong Catur).

Gusti Kanjeng Ratu Hemas,  (GKR Hemas) anggota DPD RI Dapil DIY, dalam amanatnya mengatakan, Desa Condong Catur adalah Desa yang cukup maju, karena diwilayah ini terdapat banyak kampus,  hotel,  pusat business,  dan terdapat kantor Polda DIY,  dan menjadi tempat tinggal mahasiswa dari luar pulau jawa, yang kebanyakan adalah mahasiswa yang sudah dewasa,  yang pasti mereka  bisa beradaptasi dengan lingkungan dan masyarakat disekitarnya yang syarat dengan budaya dan nilai-nilai luhur yang ada di Yogyakarta.

Kita mengharapkan,  agar Yogyakarta sebagai kota yang aman dan tentram, maka harus ada pemahaman bersama, bahwa Yogyakarta adalah Daerah Istimewa,  maka kita harus terus menjaga ketentraman dengan nilai-nilai toleransi dan kedamaian. tutur GKR Hemas.

Sementara itu,  wakil Bupati Sleman Hj. Sri Muslimatun, M.Kes,  kepada wartawan seusai acara mengatakan,  saya mengucapkan selamat ulang Tahun kepada masyarakat Condong Catur,  dan puncak acara ulang tahun ke 73 tahun Desa Condong Catur ini dilaksanakan dengan acara khusus dengan tujuan melestarikan budaya adiluhung.

Condong Catur adalah bagian dari Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang sangat banyak tamunya dari berbagai daerah di Nusantara bahkan Dunia, maka perlu kita kenalkan kebudayaan yang ada di Condong Catur kepada seluruh tamu kita.

Harapan kita budaya yang adiluhung ini terus dilestarikan oleh generasi-generasi
muda  sehingga budaya kita tidak tergerus oleh kemajuan zaman. kata Sri Muslimatun.

Pada puncak acara HUT ke 73 tahun Desa Condong Catur, sekaligus  peresmian  dan penanda tanganan prasasti Taman Kromoredjan, yang berlokasi di sudut selatan Calai Desa.

Kromoredjan adalah Lurah pertama Desa Condong Catur, tahun 1946-1976, mbah Kromo sebagai lurah pertama Condong Catur,  telah menanamkan  nilai-nilai budaya , nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, toleransi dan sebagai tokoh pemersatu masyarakat.

Sebagai generasi penerus kita perlu pegang teguh ajaran Mba Kromo, yang mengajarkan kepada para pamong atau perangkat Desa bagaimana mersikap  dan tidak meminta untuk dilayani tapi menjadi pelayan masyarakat,  kata kepala Desa Condong Catur, Reno Chandra Sangaji,  S.IP.

Balai Desa Condong Catur ini terbuka,  dan bisa digunakan oleh semua kalangan,  baik mahasiswa, komunitas dan aktifitas seni budaya, dan kita terus memperjuangkan  "Condong Catur  Untuk Semua", Condong Catur bukan hanya menjadi milik sebagian warga saja,  baik keramah tamahan tapi juga memberikan kemudahan berinfestasi,  bersikap toleran, dan budaya terus dipertahankan. Ujar,  Reno Chandra Sangaji, cucu Kromoredja, Pendiri Desa Condong Catur. (Ome).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
....
....